Jasad Yazid ditemukan jauh dari rute pendaki, Wanadri temukan di titik yang tak terdeteksi Basarnas
Setelah lebih dari tiga pekan dipenuhi ketidakpastian, pencarian terhadap seorang pendaki muda yang hilang di Bukit Mongkrang akhirnya mencapai titik akhir.
Harapan yang sempat bertahan di tengah lebatnya hutan dan curamnya medan kini berganti duka, ketika kabar penemuan itu datang pada Selasa pagi.
Bukit Mongkrang, yang selama ini dikenal sebagai jalur pendakian favorit, kembali menyimpan kisah pilu tentang manusia dan alam.
Ditemukan Setelah Hilang Sejak Januari
Pendaki bernama Yazid Ahmad Firdaus (26) dikabarkan telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) pagi.
Yazid sebelumnya dinyatakan hilang sejak 18 Januari 2026 di kawasan Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Tjek dari Wanadri, yang menyebutkan bahwa saat ini tim masih fokus pada upaya pembukaan jalur evakuasi menuju lokasi penemuan.
Ditemukan di Sungai, Jauh dari Jalur Pendakian
Berdasarkan data awal dari Wanadri, jasad Yazid ditemukan di sebuah sungai yang berada cukup jauh dari jalur pendakian utama.
Lokasi penemuan disebut berjarak sekitar 1,7 kilometer dari jalan setapak Bukit Mongkrang.
"Dia ditemukan di sungai, lokasi subjek 1,7 km dari jalan setapak,"
Temuan ini memperlihatkan betapa luas dan sulitnya medan pencarian, serta menjelaskan mengapa keberadaan korban begitu lama tidak terdeteksi.
Botol Kosong Jadi Petunjuk Awal
Penemuan jasad Yazid berawal dari ditemukannya sebuah botol kosong pada Selasa pagi sekitar pukul 08.54 WIB.
Botol tersebut ditemukan di koordinat 07 41 00 LS dan 111 10 30 BT, yang kemudian mengarahkan tim ke lokasi lebih jauh di sekitar aliran sungai.
Meski operasi resmi pencarian telah ditutup, petunjuk kecil inilah yang akhirnya membuka tabir keberadaan Yazid.
Wanadri Terus Bergerak Meski Operasi Resmi Ditutup
Diketahui, Wanadri tetap melakukan pencarian secara mandiri meski Basarnas telah menghentikan operasi SAR pada Sabtu (31/1/2026).
Upaya tersebut dilakukan dengan menyusuri area-area yang sebelumnya belum terjangkau secara maksimal.
Sementara itu, BPBD Karanganyar bersama Basarnas langsung berkoordinasi untuk proses evakuasi setelah informasi penemuan diterima.
Disebutkan bahwa titik lokasi penemuan memiliki kondisi medan yang sangat menantang.
"Sementara rekan-rekan masih cek di lapangan. Info masih simpang siur. Tim TRC dan potensi yang lain masih memastikan,"
Operasi SAR Pernah Dihentikan, Namun Tak Pernah Dilupakan
Sebelumnya, pencarian terhadap Yazid secara resmi dihentikan pada Sabtu (31/1/2026) karena tidak membuahkan hasil.
Meski demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa penghentian tersebut tidak bersifat mutlak.
Pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, itu masih dapat dicari kembali apabila ditemukan petunjuk baru yang mengarah pada keberadaannya.
Penjelasan Basarnas Soal Penghentian Opsar
Kasubsi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Surakarta, Basuki, menjelaskan bahwa penghentian operasi SAR telah dilakukan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.
Penghentian tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan serta Keputusan Kepala Basarnas RI Nomor SK.KBSN-154/HM.01.04/VI/BSN-2020 tentang standar pelayanan publik.
“Kami sudah melakukan perpanjangan, namun kami hingga saat ini tidak menemukan jejak ceceran suvirvor,” kata Basuki, Minggu (1/2/2026).
Ia juga menegaskan bahwa keputusan itu tidak menutup kemungkinan pencarian kembali di kemudian hari.
“Apabila suatu hari ditemukan jejak ceceran dari survivor, kemungkinan opsar dibuka lagi,”
Kronologi Hilangnya Yazid di Mongkrang
Yazid dilaporkan melakukan pendakian ke Bukit Mongkrang pada Minggu, 18 Januari 2026, bersama tiga rekannya, yakni Salman, Sukma, dan Riyan.
Pendakian tektok tersebut dimulai sekitar pukul 06.30 WIB.
Namun saat perjalanan turun, Yazid tidak lagi terlihat. Sukma menjadi orang terakhir yang melihat Yazid, yakni di area bebatuan di atas Pos 3.
Upaya Pencarian oleh Rekan Pendaki
Setelah kehilangan kontak, Salman dan Sukma melanjutkan perjalanan turun hingga tiba di basecamp (BC).
Karena Yazid tak kunjung menyusul, Sukma memutuskan untuk kembali naik guna mencari keberadaan temannya.
Sementara itu, Salman dan Riyan memilih menunggu di gerbang pendakian. Sukma sempat naik hingga Pos 2 dan mengalami hujan sekitar pukul 13.50 WIB.
Saat berteduh di pos, Sukma kemudian menghubungi kedua rekannya agar segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak basecamp.
Sejak saat itulah, tepat 18 Januari 2026, Yazid Ahmad Firdaus dinyatakan hilang.
Penemuan jasad Yazid Ahmad Firdaus menandai berakhirnya sebuah pencarian panjang yang melibatkan banyak pihak, tenaga, dan harapan.
Bukit Mongkrang kini bukan hanya menjadi saksi pendakian, tetapi juga menyimpan kisah kehilangan yang mendalam tentang keberanian, alam, dan takdir yang tak selalu bisa ditebak.


0 Response to "Jasad Yazid ditemukan jauh dari rute pendaki, Wanadri temukan di titik yang tak terdeteksi Basarnas"
Posting Komentar