SPPG Polres Blora siapkan 2.390 porsi MBG dengan gizi terukur
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Blora 1, Jawa Tengah setiap hari menyiapkan lebih dari 2.390 porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk para penerima manfaat yang tersebar di 18 sekolah.
"Menu yang kami siapkan sudah dihitung kandungan gizinya, baik untuk porsi kecil maupun porsi besar. Menu juga sudah disiapkan untuk seminggu ke depan dengan memperhatikan menu cycle dan variasi makanan yang berbeda setiap pekannya," kata Kepala SPPG Polres Blora 1 Denny Daniswara di Blora
Ia mengatakan penyediaan makanan dilakukan dengan memperhitungkan kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat yang disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Denny mengatakan SPPG Polres Blora 1 mulai beroperasi pada 13 Oktober 2025, dan saat ini menyalurkan MBG kepada 18 sekolah dengan total 2.390 penerima manfaat.
Setiap hari, pihaknya menyiapkan sekitar 1.800 porsi besar dan 590 porsi kecil untuk penerima manfaat mulai jenjang PAUD, TK, SMK hingga B3 di Desa Ngampon, Jomblang, Seso, dan Brumbung.
Misalnya, menu yang disajikan pada Senin (21/9) berupa nasi putih, ayam goreng Kalasan, tumis tahu tempe cabai hijau, capcay, dan jeruk.
Untuk porsi kecil, menu tersebut mengandung energi 405,6 kilokalori (kkal) atau 101 persen AKG, protein 18,5 gram, lemak 14 gram, karbohidrat 52,1 gram, dan serat 3,6 gram.
Sementara porsi besar mengandung energi 632,1 kkal atau 101 persen AKG, protein 28,9 gram, lemak 21,2 gram, karbohidrat 82,4 gram, dan serat 5,3 gram.
Denny mengatakan perhitungan kandungan gizi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan makanan yang disalurkan melalui program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan jumlah porsi, tetapi juga memiliki komposisi gizi yang terukur.
"Setiap menu sudah kami hitung kandungan gizinya, sehingga asupan yang diterima penerima manfaat dapat terukur," katanya.
Selain memperhatikan kandungan gizi, keamanan makanan juga diperiksa oleh Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polres Blora sebelum menu MBG didistribusikan kepada penerima manfaat.
Pemeriksaan dilakukan melalui beberapa tahapan, di antaranya pemeriksaan kimia untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya, seperti formalin, pada makanan. Pengujian kimia dilakukan secara berkala melalui pemeriksaan laboratorium dengan hasil yang dapat diketahui sekitar satu minggu.
Selajutnya, dilakukan pemeriksaan organoleptik dengan menilai kondisi makanan berdasarkan warna, aroma, rasa, tekstur, dan bentuk untuk memastikan makanan dalam kondisi layak dan sesuai standar.
Biddokkes juga melakukan pemeriksaan mikrobiologi untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan bakteri maupun mikroorganisme lain yang berpotensi membahayakan kesehatan.
"Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bahan makanan mentah, makanan yang telah diolah, hingga makanan yang siap didistribusikan kepada penerima manfaat. Dengan demikian, penyediaan MBG di SPPG Polres Blora 1 tidak hanya memperhatikan jumlah porsi dan kandungan gizi, tetapi juga memastikan keamanan pangan sebelum dikonsumsi," ujarnya.
0 Response to "SPPG Polres Blora siapkan 2.390 porsi MBG dengan gizi terukur"
Posting Komentar