“Selamat Jalan Kapten” Tangis Ibunda Pecah di Pusara Baskoro, Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB
Isak tangis dan doa mengiringi pemakaman Baskoro Adi Anggoro (29), Kopilot Smart Air korban penembakan KKB di Bandar Udara Koroway Batu, Boven, Papua Selatan.
Pihak keluarga dan kerabat tidak kuasa menahan tangis ketika proses pemakaman Baskoro di TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Jumat (13/2/2026) sore.
Mereka tidak menyangka Baskoro yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara meninggal dunia beberapa saat setelah pesawat diawaki mendarat di Bandara Koroway Batu.
"Selamat jalan kapten pilot kebanggaan mamah, Baskoro Adi Anggoro. Kita berpisah di sini, nanti kita bertemu di surga kembali," kata ibunda Baskoro, Tryana Nugrahani,
Bagi pihak keluarga kepergian Baskoro membawa dukacita mendalam, karena semasa hidup korban yang sejak kecil memang bercita-cita menjadi pilot itu dikenal sosok yang baik.
Di lingkungan keluarga besar dan teman-temannya Baskoro juga dikenal sebagai sosok humoris yang membawa gelak tawa, dan selalu sukarela menolong orang-orang terdekat.
"Selamat jalan Baskoro, i love you," ujar Tryana seraya melemparkan cium jarak jauh saat mengantarkan sang anak ke peristirahatan terakhir di pusara TPU Pondok Kelapa.
Pihak keluarga berharap tidak ada kasus serupa, terlebih di bandar udara melayani penerbangan sipil di bawah Kementerian Perhubungan sebagaimana kasus Bandar Udara Koroway Batu.
Mereka berharap nantinya seluruh pihak terkait yang menangani aspek keamanan di Bandara Koroway Batu dapat mengambil langkah antisipasi dan pencegahan.
"Kiranya tidak ada lagi lah korban seperti ini, begitu kan. Saya enggak bisa bayangin kalau misalkan ada keluarga-keluarga lain yang merasakan (kehilangan keluarga) seperti ini," ujar adik korban, Hapsari.
Sebelumnya pesawat Smart Air mengalami penembakan sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu, 11 Februari 2026.
Pesawat berangkat dari Bandar Udara Tanah Merah pada 10.38 WIT dengan dua kru dan membawa 12 penumpang dewasa serta satu bayi, pesawat mendarat pada pukul 11.05 WIT.
Keluarga Minta Pemerintah Evaluasi Keamanan
Keluarga Baskoro Adi Anggoro (29), Kopilot Smart Air korban penembakan KKB mendorong evaluasi keamanan di Bandar Udara Koroway Batu, Boven, Papua Selatan.
Evaluasi ini menyusul kasus penembakan dilakukan KKB di Bandar Udara Koroway Batu hingga menewaskan Baskoro, dan Pilot Smart Air, Egon Erawan pada Rabu (11/2/2026) lalu.
Pasalnya penembakan dilakukan KKB dari Batalyon Kanibal dan Semut Merah itu sepatutnya tidak terjadi bila Bandar Udara Koroway Batu memiliki keamanan mumpuni.
"Mungkin pihak-pihak yang bersangkutan bisa mengevaluasi mengenai protokol, prosedur, mengenai aturan apakah sudah sesuai," kata adik korban, Hapsari (24) di Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026).
Pihak keluarga berharap tidak ada kasus serupa, terlebih di bandar udara melayani penerbangan sipil di bawah Kementerian Perhubungan sebagaimana kasus Bandar Udara Koroway Batu.
Mereka berharap nantinya seluruh pihak terkait yang menangani aspek keamanan di Bandara Koroway Batu dapat mengambil langkah antisipasi dan pencegahan.
"Kiranya tidak ada lagi lah korban seperti ini, begitu kan. Saya enggak bisa bayangin kalau misalkan ada keluarga-keluarga lain yang merasakan (dukacita kehilangan keluarga) seperti ini," ujarnya.
Bagi pihak keluarga kepergian Baskoro membawa dukacita mendalam, karena semasa hidup korban yang sejak kecil memang bercita-cita menjadi pilot itu dikenal sosok yang baik.
Di mata Hapsari sang kakak merupakan pribadi yang peduli dan kerap membantu orang-orang di lingkungan terdekat, sehingga kepergian Baskoro membuatnya sangat kehilangan.
"Kakak tuh orangnya sangat baik, sangat care sama kita, plus selalu mikirin tentang orang lain sih ya. Sampai dia juga lupa bahwa kondisi dia juga, dia enggak baik-baik saja begitu," tuturnya.
Sebelumnya pesawat Smart Air mengalami penembakan sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu, 11 Februari 2026.
Pesawat berangkat dari Bandar Udara Tanah Merah pada 10.38 WIT dengan dua kru dan membawa 12 penumpang dewasa serta satu bayi, pesawat mendarat pada pukul 11.05 WIT.


0 Response to "“Selamat Jalan Kapten” Tangis Ibunda Pecah di Pusara Baskoro, Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB"
Posting Komentar