7 tanda Anda harus segera berhenti berolahraga, jangan disepelekan
Olahraga merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesehatan, termasuk mencegah penyakit jantung dan stroke.
American Heart Association (AHA) merekomendasikan orang dewasa berolahraga setidaknya 150 menit per minggu untuk intensitas sedang atau 75 menit per minggu untuk intensitas berat.
Namun, dalam kondisi tertentu, olahraga justru dapat membahayakan kesehatan.
Aktivitas fisik berlebihan bisa memperburuk beberapa penyakit jantung yang jarang terjadi, seperti kardiomiopati, miokarditis, kelainan jantung bawaan, hingga gangguan katup jantung berat.
Tubuh biasanya memberi sinyal ketika ada yang tidak beres. Karena itu, penting mengenali tanda-tanda ketika tubuh menunjukkan kondisi tidak normal saat berolahraga.
Lantas, apa saja sinyal bahwa seseorang harus segera menghentikan aktivitas fisik?
1. Detak jantung tidak normal
Jika memantau detak jantung, pastikan Anda tetap berada dalam rentang intensitas latihan yang direkomendasikan.
Sebagai contoh, untuk olahraga intensitas sedang, detak jantung seharusnya berada antara 64 dan 76 persen dari detak jantung maksimal, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
Untuk orang dewasa berusia 40 tahun, angka tersebut berkisar antara sekitar 115 hingga 137 denyut per menit, dilansir dari US News (25/3/2024).
“Jika detak jantung Anda terus-menerus melebihi 90 persen dari detak jantung maksimal dalam jangka waktu yang lama, itu mungkin merupakan tanda bahaya," kata seorang pelatih bersertifikasi USA Weightlifting di Invictus Fitness di San Diego, Kisha Carr.
Ia menambahkan, peningkatan detak jantung secara tiba-tiba yang tidak sebanding dengan usaha yang dilakukan saat olahraga juga merupakan tanda peringatan yang harus diwaspadai
Selain itu, jika mengalami fibrilasi atrium (detak jantung tidak teratur) atau gangguan irama jantung lainnya, penting untuk segera mencari perawatan darurat saat gejala muncul.
Fibrilasi atrium, palpitasi, dan gangguan irama lainnya dapat terasa seperti berdebar kencang.
2. Nyeri dada
Presiden American Society for Preventive Cardiology dan ahli jantung di Cedars-Sinai Smidt Heart Institute di Los Angeles, Dr. Martha Gulati mengatakan, dalam kasus yang jarang terjadi, olahraga dapat menyebabkan serangan jantung.
Jika merasakan tanda-tanda serangan jantung selama atau setelah berolahraga, seperti nyeri atau tekanan di dada, maka Anda harus segera berhenti berolahraga.
Hal ini terutama jika disertai mual, muntah, pusing, sesak napas, atau keringat berlebihan.
3. Tiba-tiba sesak napas
Sesak napas saat olahraga adalah hal normal, tetapi jika tiba-tiba Anda kehabisan napas saat melakukan aktivitas yang biasanya mudah, itu tanda bahaya.
“Jika itu terjadi, hentikan olahraga dan segera periksakan diri,” kata Gulati.
Jika sesak napas berlanjut atau terasa berat setelah latihan, segera kunjungi penyedia layanan kesehatan.
4. Pusing
Pusing bisa terjadi karena memaksakan diri atau kurang makan sebelum olahraga.
Selain itu, olahraga dalam kondisi perut kosong dapat menurunkan kadar gula darah sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Namun, jika pusing tidak hilang meski sudah minum atau makan, atau disertai keringat berlebihan, kebingungan, atau pingsan, maka segera periksakan diri.
Sebab, gejala-gejala ini bisa menjadi tanda dehidrasi, diabetes, tekanan darah tinggi, masalah jantung, atau mungkin masalah sistem saraf.
Selain itu, kata Gulati, pusing juga bisa menandakan masalah katup jantung.
5. Kaki kram
Kram otot mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi kondisi ini tetap tidak boleh diabaikan.
Kram kaki saat berolahraga bisa menandakan klaudikasi intermiten, suatu kondisi yang ditandai dengan penyumbatan arteri utama di kaki.
Meskipun penyebab pasti terjadinya kram belum sepenuhnya dipahami, diduga kram berhubungan dengan dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit.
"Saya rasa cukup aman untuk mengatakan bahwa alasan utama mengapa orang mulai mengalami kram adalah dehidrasi," kata dokter pengobatan darurat dan kedokteran olahraga di Ohio State University Wexner Medical Center, Dr. Mark Conroy.
Artinya, seseorang perlu sangat waspada jika berolahraga dalam cuaca panas.
"Jika berada di bawah terik Matahari dan merasa kaki Anda kram, ini bukan saatnya untuk memaksakan diri," ucap Conroy.
6. Sendi bengkak dan nyeri
Nyeri otot setelah olahraga adalah hal wajar, tetapi nyeri mendadak pada sendi atau pembengkakan bisa menandakan cedera jaringan.
Tetap berolahraga dalam kondisi ini justru dapat memperparah cedera. Untuk itu, berhentilah sejenak untuk istirahat dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum kembali berlatih.
7. Berkeringan berlebih
Berkeringat lebih banyak dari biasanya secara tiba-tiba juga dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh.
Pasalnya, tubuh menggunakan keringat sebagai sistem pendinginnya sendiri untuk membantu membuang panas berlebih dari tubuh.
Namun, keringat berlebihan bisa berarti tubuh Anda terlalu panas.
Jika kondisi cuaca bukan penyebab meningkatnya produksi keringat, sebaiknya istirahatlah dan tentukan apakah ada masalah serius yang terjadi.
Itulah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang harus segera menghentikan aktivitas olahraga. Mengabaikan sinyal-sinyal tersebut dapat berujung pada cedera serius.
“Jika dipaksakan, Anda bisa mengalami kerusakan permanen pada tubuh,” ujar Carr mengingatkan.
Insiden yang berkaitan dengan jantung juga dapat memengaruhi organ tubuh lainnya apabila suplai oksigen terganggu dalam waktu tertentu.
Namun, jika tanda-tanda tersebut dikenali sejak awal, kondisi jantung yang berpotensi membahayakan nyawa umumnya masih bisa ditangani dan diobati.
"Anda perlu berhenti melakukan apa yang sedang Anda lakukan," tambahnya.


0 Response to "7 tanda Anda harus segera berhenti berolahraga, jangan disepelekan"
Posting Komentar