Jurnalis gambarkan situasi sulit di Tel Aviv: Banyak toko tutup, jalanan sepi
Jurnalis BBC Kasra Naji pada Selasa (10/3/2026) melaporkan situasi dan kondisi di Tel Aviv, Israel di tengah sensor ketat militer Israel terhadap media. Menurut Kasra, serangan rudal Iran masih terus berlanjut dan sirene berbunyi beberapa kali.
Kasra juga menyebut rudal datang tidak hanya dari Iran tapi juga kiriman dari Hizbullah. Lantaran jarak yang dekat antara Lebanon dan Israel, hanya sedikit waktu bagi sirine memberikan peringatan bahaya kepada warga.
Kasra juga menyebut dua orang tewas akibat serangan Iran, yakni dua pekerja konstruksi yang sedang bekerja di salah satu gedung. Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 76 orang dilaporkan terluka.
"Terlihat situasi menjadi sulit bagi warga di sini," kata Kasra.
Menurut Kasra, banyak toko di Tel Aviv yang tutup, begitu juga kantor-kantor perbisnisan. Jalanan terlihat sepi, meski masih ada beberapa mobil lalu lalang.
"Situasi menjadi sulit bagi pemerintah Israel. Seharusnya sekolah-sekolah dibuka pekan depan, tapi sekarang saya dengar bahwa pembukaan sekolah ditunda."
Pada Selasa (10/3/2026), Iran mulai mengubah taktik perang mereka melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Majid Mousavi, Iran akan mulai menggunakan rudal dengan hulu ledak besar setelah berhasil menghancurkan lapisan sistem pertahanan udara musuh.
"Mulai sekarang, tidak ada rudal dengan hulu ledak kurang dari 1 ton yang akan diluncurkan. Durasi peluncuran dan levek gelombang (serangan) akan bertambah, dan jarak mereka akan lebih luas," kata Mousavi dalam unggahannya di X, dikutip WANA, Selasa (10/3/2026).
Sebelumnya pada Senin, IRGC merilis video peluncuran rudal-rudal menuju Israel dan aset AS di kawasan sebagai bagian dari Operasi Janji Setia 4. Dalam gelombang serangan ke-31, rudal-rudal yang diluncurkan didedikasikan untuk Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
"Gelombang ke-31 Operasi Janji Setia 4 telah dilancarkan secara kuat terhadap target Amerika-Zionis menggunakan rudal sangat-berat, didedikasikan untuk Pemimpin tertinggi Angkata Bersenjata, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, di bawah kode “Labbaik Ya Khamenei”," demikian keterangan IRGC dikutip Al Mayadeen.


0 Response to "Jurnalis gambarkan situasi sulit di Tel Aviv: Banyak toko tutup, jalanan sepi"
Posting Komentar