Turki ungkap I-ZAHA, kendaraan amfibi nirawak baru berbobot 8 ton
FNSS secara resmi memperkenalkan I-ZAHA kepada publik, sebuah kendaraan amfibi modular nirawak yang dikembangkan untuk beroperasi di depan pasukan berawak dan menjalankan beberapa tugas dengan risiko tertinggi selama operasi amfibi.
Platform baru tersebut dipamerkan dalam TEKNOFEST Blue Homeland yang digelar di Komando Galangan Kapal Angkatan Laut Gölcük, Kocaeli, Turki. Proyek ini dirancang untuk beroperasi bersama kendaraan serbu amfibi lapis baja ZAHA yang saat ini digunakan oleh Komando Angkatan Laut Turki.
Konsepnya adalah menggunakan I-ZAHA dalam kerangka kerja sama antara sistem berawak dan nirawak. Dalam sebuah operasi amfibi, kendaraan ini dapat dikirim lebih dahulu daripada pasukan utama untuk melakukan pengintaian area, mengidentifikasi rintangan, membantu membuka jalur, dan menyiapkan titik akses bagi kedatangan ZAHA berawak.
Dengan bobot tempur amfibi sekitar 8 ton, I-ZAHA menggunakan sistem tenaga 300 hp dan mampu mencapai kecepatan hingga 7 knot di air serta 70 km/jam di darat. Menurut FNSS, arsitektur modularnya memungkinkan platform yang sama disesuaikan untuk hingga sepuluh jenis misi berbeda, dengan penggantian modul muatan dalam waktu sekitar 40 menit.
Platform untuk beroperasi pada tahap paling kritis dalam pendaratan amfibi
Wilayah pesisir termasuk lingkungan paling kompleks dalam sebuah operasi amfibi. Selain keterbatasan alami medan, kawasan tersebut dapat memiliki ranjau, rintangan, posisi pertahanan, dan sistem lain yang dirancang untuk menghambat kedatangan pasukan dari laut.
Dalam skenario tersebut, I-ZAHA dirancang untuk bergerak lebih dahulu daripada kendaraan berawak. Bergantung pada modul yang dipasang, kendaraan ini dapat melakukan pengintaian, mengidentifikasi ancaman, membantu menyingkirkan rintangan, dan mendukung penentuan koridor yang dinilai lebih aman bagi pergerakan pasukan.
Platform ini juga dapat tetap beroperasi pada tahap-tahap berikutnya, termasuk dalam misi yang berkaitan dengan konsolidasi dan pengamanan area pendaratan.
Kendaraan ini memiliki mode berkendara otonom, kendali jarak jauh, dan operasi hibrida, sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan situasi di medan. FNSS juga mempertimbangkan penggunaan beberapa I-ZAHA secara bersamaan dengan modul berbeda dan beroperasi secara terkoordinasi.
Penggunaan platform yang sama untuk berbagai misi juga bertujuan mengurangi kompleksitas logistik dengan menyederhanakan pemeliharaan, pelatihan, dan pasokan komponen.
7 knot di laut dan 70 km/jam di darat
I-ZAHA dikembangkan agar dapat melakukan transisi antara air dan darat tanpa memerlukan perubahan konfigurasi. Dengan bobot 8 ton dan mesin 300 hp, kendaraan ini memiliki rasio daya terhadap bobot sekitar 37,5 hp per ton.
Kendaraan ini menggunakan suspensi independen dan dapat dilengkapi berbagai jenis ban sesuai dengan medan dan misi.
FNSS juga menyatakan telah berupaya mengurangi jejak visual, termal, dan akustik platform tersebut. Desain berprofil rendah ditujukan untuk mengurangi keterpaparannya selama pendekatan ke pantai maupun dalam operasi di darat.
Navigasi tetap berlangsung meski tanpa sinyal satelit
Aspek penting lainnya dari proyek ini adalah kemampuan untuk tetap beroperasi di lingkungan ketika sinyal navigasi satelit tidak tersedia atau mengalami gangguan.
Sistem komando dan kendalinya menggabungkan navigasi GNSS dengan unit navigasi inersial INS. Dengan demikian, jika sinyal satelit terputus, kendaraan tetap dapat memperkirakan posisinya dan terus mengikuti rute yang telah ditentukan sebelumnya.
Jangkauan komunikasi langsung yang disebutkan produsen sekitar 3 kilometer. Jarak ini dapat diperluas dengan menggunakan drone sebagai relai komunikasi antara platform dan stasiun kendali.
Jika sambungan data terputus, I-ZAHA dapat terlebih dahulu masuk ke mode berhenti aman. Bergantung pada konfigurasi yang dipilih sebelum misi, kendaraan juga dapat kembali ke titik awal atau melanjutkan navigasi mengikuti rute yang tersimpan.


0 Response to "Turki ungkap I-ZAHA, kendaraan amfibi nirawak baru berbobot 8 ton"
Posting Komentar